Ada kunjungan istimewa di Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Sidoarjo pada Rabu (3/11/2021) yakni kedatangan Inspektorat Jendral (Irjen) Kementrian Agama Pusat. Rombongan berjumlah empat orang. Tim jurnalis cilik Azzahra berkesempatan mewawancara mereka. Pada kesempatan tersebut Azzahra menanyakan beberapa hal yang berhubungan dengan kedatangan Irjen.

Muhammad Kardiansyah, perwakilan dari Irjen mengatakan bahwa pada saat sekarang mereka berdinas di Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Jakarta. Dia mengatakan bahwa tugas Irjen adalah sebagai unsur pengawasan Inspektorat Jenderal Kementerian Agama di bawah Kementerian Agama yang dipimpin oleh Inspektorat Jenderal. Irjen ini bertanggung jawab langsung di kementerian agama.

Ketika ditanya mengenai tujuan kedatangan mereka, Kardiansyah menjawab bahwa tujuan mereka adalah mengadakan pendataan, memantau pengelolaan aset madrasah serta pemantaban keberadaan dan sejauh mana penggunaan Barang Milik Negara (BMN), selain itu mereka juga mengevaluasi hasil dari penggunaan BMN tersebut. Pendataan asset madrasah meliputi pengelolaan serta penataan BMN.

Kedatangan Irjen ke madrasah tidak hanya mendata aset berbatas di madrasah yang bersangkutan saja, namun lebih luas dari itu, selain mengadakan pengawasan mereka juga mempunyai tugas utama, yakni audit dan non audit. Tugas Irjen selain pendataan aset madrasah adalah monitoring dan evaluasi (Monev). Dari hasil monev tersebut, Irjen akan menyampaikan hasilnya kepada kepala madrasah.

Pendataan aset adalah pengelolaan sampai dengan pengelolaan serta penataan. Data aset sekolah akan diapakan? karena tugas Irjen adalah monev, maka mereka akan mengevaluasi juga menyampaikan hasilnya kepada kamad, jika ada kekurangan akan dilengkapi, jika ada yng salah maka akan diperbaiki.

Dalam melakukan pendataan, Inspektorat Jenderal melakukannya tidak secara rutin, bisa jadi dilakukan dua tahun atau tiga, empat tahun sekali, sedang yang harus mengadakan Pengawasan Pengendalian (Wasdal) rutin adalah kepala madrasah bekerja sama dengan Kankemenag dan Kanwil.

Pada kesempatan itu perwakilan Irjen ini juga mengatakan bahwa jika ada aset yang sebenarnya masih layak dan bisa dipakai namun madrasah tidak merevitalisasi maka tugas Irjen adalah mengingatkan kekurangan tersebut untuk segera diperbaiki, bukan memidanakan karena itu bukan ranah Irjen. Harapan dari mereka setelah kunjungan ini pengelolaan BMN akan jauh lebih baik, termasuk dalam hal administrasi, PSP dan lainnya. MN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *